Roket Falcon 9 milik SpaceX meledak
pada 1 September 2016 saat uji coba di Florida, AS, dua hari sebelum
peluncuran. (Dok. Reuters)
Jakarta, CNN Indonesia
--
Meledaknya roket Falcon 9 milik SpaceX yang terjadi
pada Kamis lalu (1/9) turut menghancurkan muatan satelit yang seharusnya
bakal dimanfaatkan Facebook untuk menyebarkan internet gratis. SpaceX
pun harus mengganti kerugian tersebut kepada pihak terkait.Satelit bernama Amos-6 itu sejatinya dimanufaktur oleh Israel Aerospace Industries dan akan dioperasikan oleh Space Communication (Spacecom) yang berbasis di Tel Aviv, Israel.
Dilaporkan kantor berita Reuters, insiden tersebut memaksa SpaceX harus mengganti rugi sebesar US$50 juta (setara Rp659 miliar) atau memberi peluncuran roket secara gratis menuju orbit Bumi. Spacecom juga berkata pihaknya bisa mengumpulkan US$205 dari Israel Aerospace Industries selaku pihak yang membangun Amos-6.
Tercatat Spacecom sebagai pemilik dan pengelola merogoh kocek sebesar US$195 juta untuk biaya konstruksi, persiapan peluncuran, dan operasi satelit Amos-6.
Selain menjalin kontrak dengan pemerintah Israel, Amos-6 juga menjadi bagian dari misi Facebook dalam penyebaran internet gratis ke daerah pelosok Afrika, Timur Tengah, dan sebagian Eropa.
Dalam uji coba di Cape Canaveral, Florida, dua hari sebelum peluncuran kala itu, terjadi ledakan pada roket Falcon 9 yang ternyata efeknya sangat besar sehingga turut menghancurkan Amos-6 di dalamnya. Roket itu seharusnya diluncurkan pada 3 September 2016.
Insiden itu bisa dibilang mempengaruhi banyak hal, salah satunya rencana akuisisi Spacecom oleh Beijing Xinwei Technology Group. Akuisisi tersebut seharusnya bisa terlaksana apabila satelit Amos-6 betul-betul mengorbit secara mulus.
Atasan Spacecom Gil Lotan mengatakan, masih sangat dini untuk berkomentar apakah pihak Xinwei masih tertarik membeli perusahaannya atau tidak.
Diketahui apabila uji coba pada Kamis (1/9) itu lancar, roket Falcon 9 akan diluncurkan dari Florida ke orbit Bumi pada akhir pekan kemarin. Satelit Amos-6 yang diboyongnya pun seharusnya sudah bisa menyebar koneksi internet — Facebook pun juga sudah pasti memulai proyek Internet.org yang digadangnya sejak 2014.
"Saya sangat kecewa mendengar kegagalan peluncuran SpaceX dan menghancurkan satelit kami yang menampung konektivitas untuk para pengusaha dan orang banyak di Afrika," tulis Zuckerberg di laman Facebooknya. "Kabar baiknya, kami telah mengembangkan teknologi lain seperti drone Aquila yang mampu memberi konektivitas juga. Kami tetap berkomitmen terhadap misi kami dalam penyebaran internet."
Internet.org sendiri memang sudah menyebar di beberapa negara, khususnya negara berkembang, termasuk Indonesia. Dengan program ini pengguna internet bisa masuk ke jaringan milik Facebook dan mengakses aplikasi atau situs yang digandeng oleh raksasa jejaring sosial itu. (adt)
